Hukum Kepler dan Orbit Planet


Sekitar 140 tahun sebelum masehi muncul teori tentang susunan dan struktur alam semesta. Teori ini, seperti teori Aristoteles, juga meletakkan bumi sebagai pusat alam semesta. Teori ini diusulkan oleh Ptolomeus dari Alexandria Mesir. Teori Ptolomeus ini digunakan untuk menjelaskan gerakan retrograde suatu planet. Ptolomeus menjelaskan teori ini dalam bukunya yang berjudul Amalgest. Ptolomeus menjelaskan bahwa semua benda langit bergerak melingkari sabuah titik, dan lintasan benda ini disebut epicycle. Epiclycle bergerak dalam lingkaran lebih besar yang disebut deferent. Bumi bukan pusat deferent , melainkan terletak tidak terlalu jauh dari pusat deferent.

Ketika planet bergerak maka akan menghasilkan lintasan seperti gambar dibawah ini Continue reading “Hukum Kepler dan Orbit Planet”

Bulan Perlahan menjauh dari Bumi


Pada tulisan sebelumnya saya mengulas tentang gaya pasang surut yang terjadi pada bumi, maka kali ini saya akan mengulas tentang akibat yang ditimbulkan gaya pasang surut terhadap bulan. Mari perhatikan gambar di bawah ini

Rotasi bumi menarik muka air pasang bergerak “di depan” bulan. Arah rotasi bumi sama dengan arah revolusi bulan terhadap bumi. Lalu apa yang akan terjadi? Air laut pasang yang ada pada bumi memiliki yang cukup untuk menimbulkan efek terhadap bulan. Karena arah rotasi bumi sama dengan arah revolusi bulan terhadap bumi maka tonjolan air laut tersebut mempercepat gerak bulan dalam mengitari bumi. Hal ini akan menimbulkan gaya sentrifugal  yang bekerja pada bulan yang arahnya menjauhi bumi. Sehingga bulan akan semakin menjauh dari bumi. Tentunya butuh waktu yang cukup lama untuk merasakan efeknya.

Apakah semua satelit yang dimilki suatu planet akan menjauh dari planet induknya? Tidak, adalah Triton yaitu satelit Planet Neptunus yang semakin lama semakin mendekat pada planet induknya. Mengapa hal ini terjadi? Arah revolusi triton terhadap planetnya berlawanan dengan arah rotasi Neptunus. Sehingga tonjolan pasang Neptunus berada “di belakang” Triton sehingga seolah-olah Triton “di rem” dan menghambat geraknya. Lambat laun Triton akan jatuh pada Neptunus dengan lintasan spiral.

(Astronomy, journey to the cosmic frontier 3rd Edition)

Kalau ada yang salah mohon koreksinya ya 🙂

Gaya Pasang Surut


Ketika suatu benda tertarik gravitasi benda lain, benda tersebut  merasakan gaya gravitasi  dengan besar dan arah yang berbeda pada bagian yang berbeda pula. Jika benda yang ditarik tersebut berukuran kecil, seperti manusia atau pesawat terbang, perbedaan yang dihasilkan sangatlah kecil. Bagaimana bendanya berukuran besar seperti bulan? Tentu perbedaan gaya yang dirasakan akan besar serta menghasilkan efek-efek yang tidak dapat diabaikan. Perbedaan gaya gravitasi yang terjadi pada benda yang tertarik benda lain disebut gaya pasang surut (Tidal forces). Gaya ini  penting bagi banyak peristiwa astronomi seperti  bermacam-macam efek gunung api pada salah satu satelit Jupiter, dan perubahan bentuk dari bintang-bintang pada sistem bintang ganda. Terkadang gaya ini juga bertanggung jawab atas kehancuran galaksi dengan tetangganya. Continue reading “Gaya Pasang Surut”