Prinsip kerja sistem radar FMCW (bagian 4 hasil percobaan)


Halo semua, masih ingat tentang tulisan saya sebelumnya yang membahas teori radar FMCW dan proses pembuatannya? Sekarang saya kan mempublikasikan hasil percobaan yang sudah kami (saya dan tim) lakukan. Percobaan yang dilakukan dan hasil yang didapatkan ini adalah nyata tanpa ada manipulasi sedikitpun. Percobaan kami lakukan pada tanggal 12 Januari 2017 sekitar jam 10.30 WIB di lapangan sebelah gedung LTRGM (Laboratorium Telekomunikasi Radio dan Gelombang Mikro) ITB atau yang biasa saya bilang gedung radar. Oh ya, semua souce code dan skema rangkaian akan selalu saya upload di link ini. Secara ringkasnya, saya bilang ini berhasil. Lumayan bisa deteksi objek sampai 20 meter.

Seperti biasa, banyak foto yang akan saya tampilkan disini. Di bawah ini foto waktu uji coba

tes-12-januar-set-up

Antena yang ditunjukkan oleh tanda panah biru putih di atas adalah pemancar (Tx) dan penerima (Rx). Untuk lebih jelasnya bisa lihat ditulisan saya yang pertama bagian antenaDi depannya saya letakkan PCB sebagai reflektor. PCB? Iya itu PCB yang berukuran besar. Jadi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan melalui antena akan dipantulkan oleh PCB tersebut. Jarak reflektor saya variasikan untuk melihat perbedaan hasilnya. Oh ya, waktu uji coba, sebelum dipancarkan melalui antena, gelombang yang berasal dari splitter (lihat tulisan pertama) kami kuatkan lagi dengan amplifier yang lebih besar. Gambarnya seperti dibawah ini Continue reading “Prinsip kerja sistem radar FMCW (bagian 4 hasil percobaan)”

Prinsip kerja sistem radar FMCW (bagian 1 teori)


Akhirnya setelah sekian lama nggak posting tulisan gara-gara tesis dan segala kegiatan setelahnya, sekarang ada kesempatan posting lagi. Sebenarnya, ada lebih dari 1 topik yang ingin saya tulis. Semua topik saya dapat waktu kerjakan tesis. Tapi nyicil dulu lah ya biar ada bahan untuk posting. Tulisan saya kali ini saya bagi 2 kemungkinan 3 bagi jadi beberapa tulisan  karena terlalu panjang kalau hanya 1 bagian. Kali ini saya ingin posting tentang RADAR. Pasti sudah familiar dengan benda satu ini kan? RADAR merupakan singkatan dari Radio Detecting and Ranging. Jadi singkatnya gini aja, radar ini merupakan suatu perangkat yang digunakan untuk deteksi benda menggunakan gelombang elektromagnetik. Jagi gini, beberapa kali jaga booth pameran,  menampilkan radar kecil yang dibuat ini. Terus  ada yang tanya “Mas ini apa?”. Saya jawab “ini radar yang bisa dipake untuk deteksi objek”. Terus tanya lagi “ Oh ultrasonik ya?”. Nah kalau ini sudah pasti beda. Ultrasonik termasuk gelombang mekanik yang memerlukan medium dalam perambatannya, sedangkan radar ini menggunakan gelombang elektromagnetik dan dapat merambat dalam ruang hampa sekalipun. Kalau masih belum ngeh juga radar itu seperti apa, anda sudah pernah lihat benda seperti parabola yang berputar di bandara kan? Nah itu antena radar. Sebenarnya tidak hanya di bandara, radar juga ada di kapal dan pesawat. Sekarang malah ada yang dipasang di mobil. Jadi prinsip secara umum begini:

  1. Antena radar memancarkan gelombang elektromagnetik ke ruang (space).
  2. Sebagian energi yang dipancarkan tersebut akan mengenai suatu objek yang disebut dengan target.
  3. Energi yang mengenai objek tersebut akan dipantulkan ke segala arah.
  4. Sebagian energi yang dipantulkan oleh objek tersebut akan diterima oleh antena penerima radar.
  5. Energi yang diterima oleh antena akan diamplifikasi dan diproses oleh blok pengolah sinyal dan hasilnya, jarak, kecepatan, atau keduanya, akan ditampilkan di layar.

Radar

Continue reading “Prinsip kerja sistem radar FMCW (bagian 1 teori)”

Aliran fluida kental dalam pipa tak elastis


Pada fluida tak bergerak tidak ada gaya gesek yang dihasilkan. Jika fluida bergerak, maka gaya gesek akan timbul baik gaya gesek antar partikel fluida atau partikel fluida dengan benda lain. Gaya gesek yang dihasilkan fluida tersebut berasal dari viskositas dari fluida itu sendiri. Untuk menjelaskan bagaimana gaya gesek yang diakibatkan oleh viskositas fluida ini kita dapat menggunakan dasar teori tegangan geser dan regangan geser seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 1

shear                                                                                  Gambar 1

Gaya pada tegangan geser memiliki arah yang tegak lurus terhadap arah luas permukaan. Pada regangan geser, perubahan bentuk akan semakin besar jika pergeseran semakin besar. Tegangan geser didefinisikan sebagai berikut

1. shear stress

Persamaan 1

Continue reading “Aliran fluida kental dalam pipa tak elastis”

Deret Fourier (Fourier series)


Masalah yang menyangkut vibrasi atau osilasi sering terjadi pada fisika dan teknik. Banyak contoh yang sering kita temui pada kehidupan sehari-hari seperti getaran garpu tala, bandul, massa yang digantungkan pada  pegas,gelombang air, gelombang suara, arus listrik AC, dan sebagainya. Akan lebih banyak contoh yang akan kita ketahui jika kita belajar fisika lebih dalam lagi seperti konduksi panas, medan listrik dan magnet, yang tak cukup hanya diselesaikan dengan metode dasar tetapi membutuhkan metode yang lebih tinggi tingkatannya serta melibatkan fungsi sinus dan cosinus untuk mendeskripsikan gerak harmonic sederhana dan gelombang.  Kita dapat menggunakan deret pangkat untuk memperkirakan hasil dari fungsi yang rumit. Pada beberapa kasus, ada yang disebut dengan deret Fourier (Fourier Series) yang suku-sukunya terdiri dari sinus dan cosinus.

Secara umum deret Fourier dapat dinyatakan dalam bentuk berikut ini

fungsi umum fourier series

Dengan masing-masing koefisien adalah Continue reading “Deret Fourier (Fourier series)”