Kasur anti decubitus dalam tinjauan fisika


Mungkin ada yang bertanya apa yang dimaksud dengan decubitus. Sebenarnya saya juga belum mengetahuinya secara detail tentang ini tetapi sekilas saya tahu. Decubitus ini adalah suatu kerusakan/kematian kulit sampai jaringan bawah kulit bahkan hingga ke tulang akibat adanya penekanan pada suaru area secara terus menerus sehingga mengakibatkan gangguan aliran darah pada daerah tersebut. Jadi decubitus ini adalah luka yang pada umunya terjadi pada orang yang terlalu lama berbaring karena sakit. Lalu mengapa saya menulis tentang hal ini? Apa hubungannya dengan fisika? Saya memiliki nenek yang tulang kakinya patah sehingga terbaring dalam jangka waktu yang lama di atas tempat tidur yang mengakibatkan luka pada daerah permukaan kulit yang mendapat tekanan dari kasur. Kemudian atas kebaikan keluarga sahabat saya namanya Stevanus Kristianto Nugroho yang menghibahkan sebuah kasur anti decubitus sehingga masalah yang ada dapat teratasi. Dari sinilah saya terinspirasi untuk menulis secara singkat dan (mungkin) sederhana tentang kasur anti decubitus dalam tinjauan fisika.

Kasur anti decubitus memiliki konstruksi fisik yang berongga. Kasur ini terbuat dari bahan yang elastis. Dalam penggunaannya kasur ini harus dipompa dengan udara sehingga kasur ini tidak keras seperti kasur biasa. Kita tinjau terlebih dahulu parameter-parameter fisik pada kasur biasa dengan memperhatikan gambar dibawah ini

kasur biasa Continue reading “Kasur anti decubitus dalam tinjauan fisika”

Gaya Stokes


Jika ada suatu benda bergerak dalam fluida benda tersebut akan mendapat suatu gaya yang disebut dengan gaya Stokes.  Besarnya gaya ini bergantung kecepatan dari benda yang bergerak tersebut, sehingga semakin besar kecepatan suatu benda maka gaya Stokes akan semakin besar pula. Arah gaya ini berlawanan dengan arah gerak benda. Misalkan ada suatu benda yang dipercepat dalam suatu fluida sehingga kecepatannya terus bertambah. Karena pertambahan kecepatan ini gaya Stokes yang dialami benda tersebut akan semakin besar. Mengingat arah  gaya Stokes berlawanan dengan arah gerak benda dan bergantung kecepatan maka suatu saat gaya Stokes ini akan sama besar dengan gaya yang mempercepat benda tersebut sehingga resultan gaya yang bekerja pada benda menjadi nol. Pada saat ini kecepatan benda akan tetap. Kecepatan ini disebut dengan kecepatan terminal.

Contoh kasus bagi gaya fungsi kecepatan ini adalah gerak bola dalam fluida. Misalkan kita menjatuhkan bola besi pejal pada sebuah cairan. Ada tiga buah gaya yang bekerja pada bola tersebut yaitu gaya berat, gaya Archimedes, dan gaya Stokes.

1. bejana stokes

2. gaya yang bekerja

Gaya total yang bekerja pada bola dapat adalah Continue reading “Gaya Stokes”